Ramadhan, dia bukan bulan biasa. Dia lebih baik dari seribu bulan, dan dia datang hanya kepada umat pilihan, umat terbaik yang pernah ada, yaitu umat islam. Umat terbanyak yang menghuni syurga.
Mungkin terlalu banyak dosa yang kita lakukan,
mungkin terlalu banyak kesalahan yang kita perbuat,
mungkin terlalu banyak kesenangan yang sedang kita dapatkan sehingga kita lupa kepada ramadhan, mungkin kita takut kesenangan akan hilang sehingga tak rela ramadhan datang.
Karena dia datang dengan membawa banyak pantangan dan aturan. Tapi pernahkah kita renungkan, untuk siapa pantangan itu, untuk siapa larangan itu ?
Apakah dia rugi dengan pembangkangan kita ?
apakah dia kan menangis dengan penolakan kita ?
Naiflah jika kita berpikir demikian, karena dia datang tanpa kepentingan.
dia datang tidak mengharapkan imbalan,
dia datang bukan untuk menadah tangan, tapi dia datang mengulurkan harapan, keampunan dan berita indah bagi segenap insan.
Jangan biarkan dia pulang dengan tangan hampa, tanpa membawa sedikit pun amalan.
Berikan dia puasa
Berikan dia sedekah,
Berikan dia amanah,
Nampakkan padanya santunan
Perlihatkan padanya sosok taqwa
Agar dia puas dan melaporkan pada junjungan
membawa kabar baik tentang kita.
Ramadhan,
Engkau telah dilupakan,
Engkau tak lagi diharapkan, namun engkau tetap datang
Kilauanmu tetap tak kan pudar,
Walau jutaan insan terlena dengan gemerlap dunia
Butiran-butiran rahmatmu yang berjatuhan
Pasti kan mampu melenyapkan debu-debu dosa
Pasti kan dapat memuaskan asa
Bagi siapa yang menginginkannya.

0 Response to "Renungan Ramadhan | Menyambut Bulan Suci"